 | Ahlan | Nov 28, 2008 |
Manusia berpikir sejatinya merupakan aktivitas insaniah yang paling usuli. Ia adalah manifestasi hakikat penciptaannya sekaligus membedakannya, secara esensional, dengan makhluk yang pernah Allah SWT ciptakan sebelumnya. Berpikir berarti pula aktualisasi syukur atas maziyah yang diberikan oleh-Nya. Maziyah insaniah yang memberikan ciri positif keterciptaannya sebagai khlaifatullah fil-ardl yakni memanfaatkan akal pikiran untuk memaknai hidup dengan amal shaleh. Tidaklah Tuhan ‘Mengangkat’ wakil-wakil-Nya di bumi ini tanpa Membekalinya potensi azazi, berupa akal, kemudian dengan serta merta Menuntut (baca : perintah) untuk melakukan kehendak-Nya. Tuhan tahu pasti akan kebutuhan hamba-Nya. Dengan berpikir, seseorang akan dengan segera mendapatkan predikat mulia semulia tujuan penciptaannya, yaitu menjadi wakil-wakil Tuhan di bumi. Bahkan malaikapun tidak akan mampu menandingi kemuliaan yang telah didapatkan manusia dengan berpikir, apalagi iblis. Malaikat hanyalah makhluk yang tidak lebih dari entitas-entitas kepatuhan, ia tidak diberi emosi dan akal pikiran, sekalipun diciptakan dari sari-sari cahaya (an-nur). Malaikat merupakan makhluk pasif dan karena kepasifannya ia tidak memiliki dinamika hidup laiknya manusia. Iblis, sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur’an, adalah kontra cipta diametris dari karakteristik malaikat. Kedua makhluk Allah ini berada pada titik ekstrim yang bersebrangan.Malaikat adalah makhluk super patuh, sedang Iblis adalah sebaliknya. Dia dengan ‘jantan’ menyatakan keadigungannya dihadapan Allah SWT sekalipun dia mengakui, meyakini, dan mengimani bahwa Dialah Sang Maha Pencipta, bahkan jauh di atas keyakinan manusia. Hanya saja dia tidak beriman dalam pengertian tashdiq dan taqrirnya. Nah, apakah kita akan menjadi manusia seperti malaikat atau seperti iblis? Maka dari itu, hanya dengan berpikirlah cenderung-cenderung itu akan tampak!
  | Keur Sharing Weee... | Oct 29, 2011 |
 Ketika dunia pemikiran Barat terpecah, sekurang-kurangnya, ke dalam dua aliran besar: empirisme yang berorientasi pada pencerapan indrawi dan rasionalisme pada persepsi akali, Islam hadir dengan prinsip tauhid yakni prinsip pemikiran yang... more
  | islamicthought | |
Iftitah Akhir-akhir ini, penomena ‘pencideraan’ Islam melalui pemikiran begitu nampak di permukaan. Ini dilakukan oleh tren fanatisme pemikiran yang menghasilkan sikap ekstrim dalam beragama. Ini, secara tidak langsung, telah menghambat... more
  | Photos | Dec 3, 2008 |
Semasaku Muda 5 Photos, 2 comments
|
  | Bisa Nyambung ke... | |
  | Tagged Content | |
  | Buku Tamu | |
 | wa'alaikumsalam... mejenglah sesuka anda... haha.. |
 | Assalamu'alaikum..
numpang mejeeeng.. =D |
 | Assalamu'alaikum wr wb jzkallah juga ats kesediaannya mnerima invite nya, subhanAllah ana banyak dpt info dr mp ini. salam ukhuwah... |
 | Mr. Bau with me..? aren't U? |
 | Antum beruntung bisa nyampe ke INSIST Kalo saya cuma kenal Pa Adian, Pa Hamid, Pa Adnin, Pa Syamsuddin, sama Pa Henry aja. Maksudnya pernah belajar sama mereka di salah satu program pendidikan! Bagus tuh... |
 | kan kita sering ikut kajian INSIST |
 | wah gau tu tuh boleh kenalan dong.. salam ukhuwah dari saya untuk Komunitas Nuun FIB UI Subhanallah UI pasti cerdas-cerdas.. Ada website-nya ga? |
 | tau anak2 Komunitas Nuun FIB UI gak ? |
 | Wa'alaikum salam akhi Taufan Salam kenal juga mudah2 jadi sillaturahim..
Akhi johan... Aktif sih ngga, cuma ada beberapa person-nya yang ane kenal! |
 | Assalamu'alaikum.Salam kenal. |
 | aslmkm, thx 4 da invitatioan keep on struggling for islamic civilization |
 | ke hawaii liat laut biru eh ternyata cuman khayalan indonesia sibuk sama pemilu palestina jangan dilupakan |
 | iya sama sama
salam ukhuwah juga
^_^ |
 | Assalamualaikum, Wr.Wb. Kang Imanx Harramallah Wajhaka.... Kumaha damang? isi blogna kieu amat?? pilari anu sanes atuh kang postingan-na tambih gadget na biar langkung seru.................! |
 | mank...lamun hoyong brwarna kitu templatena gmn.....ana lom ngrti bgt neh klo soal mmultiply....
|
  | Hikmah | |
Dengan judul ini saya tidak berniat untuk memfilsafati shalat yang sudah jelas hukum dan tujuannya. Tidak pula bermaksud untuk memasukkan perintah Allah yang satu ini ke dalam arena spekulasi pemikiran yang, kalau kurang berhati-hati, cenderung... more
 |  |  |  |
| |